ID EN

Menguatkan Cara Pandang, Meneguhkan Arah Pendidikan SMP Pesantren Al-Ma’moen

17 August 2026

Menguatkan Cara Pandang, Meneguhkan Arah Pendidikan SMP Pesantren Al-Ma’moen
Batik News

Ada hari ketika seorang guru perlu kembali belajar. Ada waktu ketika sebuah lembaga perlu kembali bertanya: untuk apa pendidikan ini dijalankan, dan manusia seperti apa yang ingin dilahirkan?

Pertanyaan itulah yang menjadi ruh dalam rangkaian pembinaan guru dan murid SMP-Pesantren Al-Ma’moen pada Senin, 3 Agustus 2026. Bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang untuk menyegarkan semangat, menata kembali cara pandang, dan meneguhkan arah perjalanan pendidikan Al-Ma’moen.

Pagi itu, masjid menjadi ruang pertama untuk menanamkan pesan kepada para murid melalui Learning Motivation bersama Ketua Pembina Yayasan, Assoc. Prof. Dr. Ali Nurdin, M.A., C.A.H., pukul 08.30–10.00 WIB. Di hadapan para murid, beliau menyampaikan 5B, lima bekal yang diharapkan menjadi bagian dari perjalanan mereka di Al-Ma’moen:

Beriman. Berilmu. Berakhlak. Beramal. Bermanfaat. Lima kata sederhana, tetapi menyimpan arah yang panjang.

1.     Beriman, agar langkah memiliki pijakan.

2.     Berilmu, agar pikiran memiliki cahaya.

3.     Berakhlak, agar ilmu memiliki adab.

4.     Beramal, agar kebaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan.

5.     Bermanfaat, agar keberadaan seseorang menghadirkan kebaikan bagi sekitarnya.

Lima bekal itu menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya mempersiapkan murid untuk naik kelas, lulus sekolah, atau melanjutkan pendidikan. Ada bekal yang jauh lebih panjang untuk dibawa setelah mereka meninggalkan gerbang Al-Ma’moen.

Setelah pembinaan murid, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Teaching Motivation bagi para guru di Laboratorium IPA Lama. Melalui materi Worldview Islam, Dr. Ali Nurdin, M.A. mengajak guru kembali kepada fondasi pendidikan Islam: bagaimana guru memandang Allah, memandang ilmu, dan memandang kehidupan. Dalam pandangan tersebut, Allah menjadi titik awal sekaligus tujuan pendidikan. Rasulullah menjadi teladan dalam membawa wahyu, mendidik, dan membentuk manusia. Sementara ilmu tidak berhenti sebagai informasi, tetapi menjadi cahaya dan jalan untuk mengenal Allah.  Guru kemudian diajak melihat kembali makna dari setiap pembelajaran yang mereka hadirkan. Sebab guru tidak hanya mengajarkan apa yang tertulis dalam buku. Guru ikut membentuk cara murid memandang Allah, ilmu, dan kehidupan.

Menjelang siang, kegiatan dilanjutkan dengan Teacher Performance Review bersama Ketua Yayasan, Ibu Dini Damayanti Makmun, yang membahas Transformasi Digital Al-Ma’moen sekaligus NAWA 9. Di titik ini, pembinaan bergerak dari nilai menuju sistem. Dari bagaimana guru memandang pendidikan, menuju bagaimana pendidikan terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan zaman. Transformasi digital menjadi bagian dari langkah Al-Ma’moen untuk membangun sistem pendidikan yang semakin terarah. Sementara NAWA 9 hadir sebagai bagian dari penguatan karakter yang ingin ditanamkan secara konsisten dalam perjalanan murid.

Satu hari, beberapa ruang pembinaan, dan satu arah yang sama. Murid dibekali. Guru dikuatkan. Sistem dibenahi. Nilai diteguhkan. Karena pendidikan yang baik tidak hanya bertanya tentang apa yang harus diajarkan hari ini. Ia juga memikirkan manusia seperti apa yang akan tumbuh dari seluruh proses pendidikan itu kelak.

Di Al-Ma’moen, perjalanan itu terus dirawat. Dari 5B yang ditanamkan kepada murid, dari worldview yang diteguhkan kepada guru, hingga transformasi digital dan NAWA 9 yang terus dikembangkan. Semuanya bertemu pada satu ikhtiar: Mendidik manusia yang mengenal Tuhannya, mencintai ilmunya, baik akhlaknya, nyata amalnya, dan luas manfaatnya.

 

 

 

← Kembali ke Galeri
 
Pendaftaran

Daftar sebagai siswa baru di Al-Ma'moen

Pilih Jenjang Pendidikan yang ingin didaftarkan
RA
TPA
SMP
SMA
Pesantren
Customer Service

Klik pada admin kami di bawah ini untuk bertanya langsung via WhatsApp

Admin akan merespon dalam beberapa menit.