ID EN

Muhadhoroh dan Pembinaan Guru dalam Satu Semangat untuk Terus Bertumbuh

21 September 2026

Muhadhoroh dan Pembinaan Guru dalam Satu Semangat untuk Terus Bertumbuh
Batik News

SMP Pesantren Al-Ma’moen | Senin, 21 September 2026

Ada hal-hal yang tidak selalu bisa diajarkan melalui buku. Tentang keberanian berbicara di hadapan banyak orang. Tentang belajar mengendalikan diri ketika menjadi pusat perhatian. Tentang menyampaikan gagasan dengan bahasa sendiri. Juga tentang memahami bahwa menjadi lebih baik adalah sebuah pencapaian.

Semua itu menemukan ruangnya dalam Muhadhoroh SMP Pesantren Al-Ma’moen, Senin, 21 September 2026. Pagi itu, masjid menjadi ruang belajar bagi seluruh murid.  Kelas 9B mendapat amanah sebagai pelaksana dengan membawa tema “Semangat Berprestasi”, yang diambil dari Nawa 9 No. 2.

Muhadhoroh dibuka oleh Filza dan Khansa yang bertugas sebagai MC dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Setelah pembukaan, Rangkaian kegiatan diawali dengan doa qabla ta’lim sebagai pembuka sebelum proses pembelajaran dimulai. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta saritilawah, yang menjadi pengantar sebelum memasuki rangkaian acara berikutnya. Lalu, seluruh murid bersama-sama melantunkan shalawat.

Beberapa murid lainnya bertugas menjaga ketertiban. Peran mereka mungkin tidak berada di depan panggung, tetapi tetap menjadi bagian penting agar kegiatan berjalan dengan tertib. Kemudian tiba saatnya pesan tentang prestasi disampaikan. Zein Ali mengajak murid melihat prestasi dari sudut yang lebih luas. Prestasi, menurut pesan yang ia sampaikan, tidak selalu harus berujung pada piala atau gelar juara. Ada prestasi yang tumbuh diam-diam dalam diri seseorang.

l Ketika seseorang mulai rajin belajar.

l Ketika ia berani memperbaiki kesalahan.

l Ketika ia tetap berdoa setelah berusaha.

l Ketika ia memilih untuk tidak menyerah.

l Semua itu adalah bagian dari perjalanan menuju prestasi.

Pesan tersebut dilanjutkan oleh Gathan. Ia membawa contoh yang lebih dekat dengan keseharian murid. Dalam ibadah pun terdapat pencapaian yang sering kali luput diperhatikan. Datang tepat waktu ke masjid. Menjaga ketenangan. Tidak membuat keributan. Menghormati orang lain yang sedang beribadah.

Sederhana, tetapi tidak sepele. Sebab prestasi bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang berdiri di hadapan orang lain. Prestasi juga tentang seberapa jauh seseorang mampu memperbaiki dirinya sendiri. Di situlah Muhadhoroh menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia menjadi ruang latihan. Murid belajar berbicara. Belajar mendengarkan. Belajar bertanggung jawab. Dan yang paling penting, belajar memahami bahwa setiap orang memiliki ruang untuk bertumbuh. Setelah seluruh rangkaian selesai, Muhadhoroh ditutup dengan doa bersama.

Di Ruang Lain, Para Guru Kembali Belajar

Pada waktu yang sama, para guru yang tidak bertugas membimbing murid di masjid mengikuti pembinaan bersama Ustaz Yunizar.

Kali ini, pembelajaran berfokus pada Makhorijul Huruf, karena membaca Al-Qur’an bukan hanya tentang seberapa lancar seseorang melafalkan ayat. Setiap huruf memiliki tempat keluarnya. Setiap bunyi memiliki ketepatan yang perlu dijaga.

Pembinaan diawali dengan firman Allah Swt.:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

"Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
QS. Al-Muzzammil : 4

Para guru kemudian mempraktikkan pengucapan huruf hijaiyah dengan memperhatikan makhrajnya. Salah satu contoh yang dipelajari adalah perbedaan Qaf (ق) dan Kaf (ك). Satu huruf bisa membawa makna yang berbeda.

Qalbun berarti hati, sementara kalbun berarti anjing. Begitu pula Qul dan Kul yang memiliki perbedaan makna ketika pengucapannya berubah. Setelah praktik makhraj, para guru mengikuti tes bacaan Al-Fatihah. Bacaan diperiksa dan dikoreksi secara langsung oleh Ustaz Yunizar. Bagian yang masih kurang tepat diperbaiki bersama.

Ustaz Yunizar juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Dengan terus membaca, mempelajari, dan mengamalkannya, kita berharap Allah senantiasa memberikan petunjuk, keberkahan, dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.

Hari itu, dua kegiatan berlangsung dalam waktu yang sama dengan ruang belajar yang berbeda.

Di masjid, murid belajar menemukan suara dan keberanian melalui Muhadhoroh. Di ruang pembinaan, para guru kembali belajar membenahi bacaan Al-Qur’an. Keduanya bertemu pada satu nilai yang sama: belajar untuk menjadi lebih baik.

Karena di Al-Ma’moen, prestasi tidak hanya tentang siapa yang menjadi juara. Prestasi juga tentang siapa yang terus bertumbuh.

← Kembali ke Galeri
 
Pendaftaran

Daftar sebagai siswa baru di Al-Ma'moen

Pilih Jenjang Pendidikan yang ingin didaftarkan
RA
TPA
SMP
SMA
Pesantren
Customer Service

Klik pada admin kami di bawah ini untuk bertanya langsung via WhatsApp

Admin akan merespon dalam beberapa menit.