QIYAMULLAIL: BELAJAR MEMIMPIN DIRI DI HADAPAN ALLAH
23 September 2026
Malam dalam rangkaian Leadership Camp SMA Al-Ma’moen tidak hanya diisi dengan aktivitas dan tantangan kepemimpinan. Para peserta juga diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kegiatan untuk bangun di sepertiga malam dan mendekat kepada Allah.
Rangkaian Qiyamullail diawali dengan Salat Syukrul Wudu, dilanjutkan Salat Taubat, Tahajud, Hajat, dan ditutup dengan Salat Witir.
Bagi kami, ini bukan sekadar rangkaian ibadah malam.
Ini adalah latihan kepemimpinan dari dalam diri.
Sebab sebelum belajar memimpin orang lain, seorang calon pemimpin perlu belajar memimpin dirinya sendiri.
Bangun ketika orang lain sedang tidur.
Beribadah ketika tidak ada yang mengawasi.
Berani mengakui kesalahan melalui taubat.
Memohon pertolongan Allah melalui doa.
Dan belajar menyerahkan hasil setelah melakukan ikhtiar terbaik.
Di sinilah anak-anak belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang berani berdiri di depan, tetapi juga tentang mampu menundukkan diri di hadapan Allah.
Karena pemimpin sejati bukan hanya mereka yang mampu menggerakkan orang lain, tetapi juga mereka yang mampu menggerakkan dirinya sendiri menuju kebaikan.
Kesadaran diri. Kepedulian. Keberanian mengambil peran.
Tiga nilai yang terus kami tumbuhkan dalam Leadership Camp SMA Al-Ma’moen.
Menumbuhkan manusia, mempersiapkan pemimpin, menumbuhkan peradaban.
Al-Ma’moen — Membangun Manusia • Menumbuhkan Peradaban