Guru SMP-SMA-Pesantren Al Ma’moen Ikuti Workshop Strategi Menuju Sekolah Unggul
27 June 2026
Cianjur, 25 Mei 2026 – Seluruh guru SMP-SMA-Pesantren Al Ma’moen mengikuti kegiatan workshop bertajuk “Building School Excellence: Strategi Taktis Menuju Sekolah Unggul”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya penguatan kapasitas pendidik dan penyamaan visi dalam mewujudkan sekolah unggul yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Workshop menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. Hj. Nurlaelah Ahmad, M.Pd., Kepala MAN 1 Jakarta yang dikenal sebagai pemimpin pendidikan berprestasi tingkat nasional. Beliau merupakan Juara II Nasional Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Tahun 2022 kategori Kepala Madrasah, penggagas program One Student One Achievement dan One Teacher One Achievement, serta sukses mengantarkan MAN 1 Jakarta meraih Rekor MURI melalui aksi bersih-bersih rumah ibadah secara massal.
Dalam pemaparannya, Dr. Hj. Nurlaelah menegaskan bahwa esensi pendidikan adalah keteladanan. Menurutnya, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas karakter dan keteladanan para pendidiknya.
Beliau juga mengajak para guru untuk memahami berbagai tantangan pendidikan masa kini, seperti banjir informasi (information overload), distraksi digital yang menurunkan daya fokus, kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan masa depan, meningkatnya tekanan kesehatan mental, serta krisis keteladanan di tengah masyarakat. Tantangan tersebut harus dijawab dengan strategi yang terukur dan berorientasi pada kualitas.
Dalam sesi utama, narasumber memaparkan enam pilar penting menuju sekolah unggul. Pilar pertama menekankan pentingnya membangun visi bersama melalui target yang jelas dan terukur dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai alat ukur keberhasilan program sekolah.
Pada Pilar Kurikulum Unggulan dan Inovasi Pembelajaran, guru didorong menerapkan pembelajaran yang adaptif dan inovatif seperti Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL), penguatan literasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Salah satu indikator yang ditekankan adalah penyelenggaraan pembelajaran berbasis proyek yang menghasilkan karya nyata dari murid serta peningkatan daya serap pembelajaran hingga 95 persen.
Sementara itu, pada Pilar Pengembangan SDM Profesional, para guru diajak untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, aktif mengikuti pelatihan, menulis praktik baik (best practice), serta menjadikan keteladanan sebagai inti dari profesi guru. “Guru adalah kurikulum yang berjalan,” menjadi salah satu pesan kuat yang disampaikan dalam workshop tersebut.
Materi juga membahas pentingnya tata kelola sekolah yang efektif, budaya disiplin, penguatan karakter murid, pembiasaan literasi, pengembangan lingkungan belajar yang positif, serta membangun kemitraan strategis dengan orang tua, alumni, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media massa.
Berbagai program inovatif turut diperkenalkan sebagai inspirasi pengembangan sekolah, di antaranya Program Satu Orang Seribu Kebaikan, Mukhayyam Hadis, Boarding Sabtu-Minggu (Mabit), Program Pengabdian Masyarakat, Gerakan Menabung, Log Book Amaliah Harian, Program Magang, hingga Gerakan Branding Media Sosial Sekolah.
Kegiatan workshop berlangsung dengan penuh antusiasme. Para guru mengikuti setiap sesi dengan semangat refleksi dan diskusi untuk memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan SMP-Pesantren Al Ma’moen ke depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai inovasi dan langkah strategis yang mampu memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan prestasi murid, serta mewujudkan SMP-Pesantren Al Ma’moen sebagai sekolah unggul yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.